Jumat, 07 April 2017

Why are there so many species in the tropics?


Why are there so many species in the tropics?

James H. Brown

1.      Masalah atau pertanyaan yang ingin di jawab peneliti.
Bagaimana hubungan produktifitas dan nice berdampak pada skala keanekaragaman hayati yang meliputi Alpha Diversity : keanekaragamanhayati spesies lokal,  Beta Diversiti : Perubahan komposisi spesies antara dua komunitas yang berbeda dan Gamma Diversity : Total kekayaan spesies di wilayah geografis yang luas.

2.      Latar belakang dilakukan penelitian
Perubahan diversity merupakan  warisan dari masa lalu, dari poses geologi, iklim dan evolusi yang sebagian besar terjadi dari ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu.
LDGs mencerminkan lama suatu hubungan antara lingkungan abiotic dari bumi dan proses evolusi yang telah membentuk keanegaragaman hayati.

3.      Metode yang digunakan peneliti
Cause effect pada aspek : productivity, nice relation, spatial relation, species dynamis yang dilihat dari aspek temperature dan kondisi tropik.

4.      Hasil penelitian
Ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa tingkat evolusi dari nukleotida dan subtitusi asam nukleat untuk spesiasi dan diversifikasi phyletic lebih tinggi dalam lingkungan yang hangat dan jika di uji menunjukkan pola  Latitude Diversity Gradient.
Hal ini menunjukkan bahwa temperature bersifat mempengaruhi keanekaragaman hayati dan LDG bukan hal yang mudah terhadap tingkat evolusi yang lebih tinggi dalam lingkungan yang lebih hangat.
Tingginya Red Queen coevolution berdampak pada laju interaksi biotik.

5.      Hal baru yang diperoleh
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola LDG sangat kuno dan meliputi hubungan bumi ke matahari dan variasi di masuknya energi matahari yang menciptakan suhu gradien lingkungan. Suhu mempengaruhi laju metabolisme dan semua aktivitas biologis, termasuk tingkat interaksi bersama antara ekologi dan evolusi. 'Keanekaragaman melahirkan keragaman' di daerah tropis karena ‘Queen red’ akan berjalan lebih cepat ketika panas

Journal of Biogeography (J.Biogeogr.) (2014)41, 8-22
Department of Biology, University of New Mexico, Albuquerque, NM 8731, USA
The Authors Journal of Biogeography Published by John Wiley & Sons Ltd

Biogeography And Conservation In Southeast Asia: How 2.7 Million Years Of Repeated Environmental Fluctuations Affect Today’s Patterns And The Future Of The Remaining Refugial-Phase Biodiversity


Biogeography and conservation in Southeast Asia: how 2.7 million years of repeated environmental fluctuations affect today’s patterns and the future of the remaining refugial-phase biodiversity.

David S. Woodruff

1.      Masalah atau pertanyaan yang ingin di jawab peneliti.
Tujuan dari tinjauan pengantar ini adalah untuk menunjukkan bagaimana fluktuasi lingkungan yang terjadi secara bertahap dan terus menerus dalam beberapa juta tahun terakhir telah membentuk pola biogeografi saat ini dan bagaimana keanekaragaman hayati daerah saat ini dalam keadaan spasial dikompresi atau refugial (suatu area yang ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumber daya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitor).

2.      Latar belakang dilakukan penelitian 

         Analisis perubahan vegetasi ditambah dengan kontribusi mengenai osilasi permukaan laut secara bertahap dan berulang mermpengaruhi kompresi biotik yang telah terjadi lebih dari satu juta tahun terakhir. Kebiasaan yang telah terjadi selama beberapa juta tahun terakhir membutuhkan waktu yang lama dengan kondisi suhu dingin dengan sedikit curah hujan. kenaikan permukaan air laut dan banjir di Paparan Sunda selama periode interglasial singkat akan membelah dua wilayah habitat yang tersedia dan memaksa biota kembali berulang kali untuk berlindung seperti yang mereka temukan saat ini. Mereka menyarankan bahwa dengan mengulangi pengurangan 50-70% di daerah habitat mungkin menjelaskan pengurangan 30% yang diamati dalam keragaman spesies mamalia di semenanjung utara dan  tengah, dan kelompok diamati dari spesies berkisar batas utara dan selatan dari daerah.
                                    
 3.      Metode yang digunakan peneliti
Studi Phylogeographic menggunakan DNA kuno dan modern serta data fosil yang telah ditemukan.  Dimana specimen dari masa lampau diteliti dengan metode DNA sequencing apakah mereka memiliki tingkat kekerabatan yang dekat (satu nenek Moyang) apa tidak.

4.      Hasil penelitian
Studi Phylogeographic dari beragam tanaman dan hewan di Amazonia dan daerah beriklim utara (daerah yang teori refugium Pleistosen dikembangkan) menunjukkan, bagaimanapun, bahwa prediksi umum sulit untuk membuat beberapa spesies mengikuti perubahan habitat dan yang lainnya tidak (Hofreiter dan Stewart 2009 ). diferensial respon spesies-spesifik seperti dengan perubahan lingkungan yang sama membuat sulit tetapi tidak mustahil untuk merekonstruksi paleoecology regional. Namun demikian, studi phy-logeographic daerah perintis hutan dan savana terkait spesies ditambah dengan data fosil yang lebih dan lebih baik mundur membantu menyelesaikan teka-teki biogeografi ini.

5.      Hal baru yang diperoleh
Fakta bahwa banyak spesies yang memiliki daerah memiliki distribusi lintas batas antar negara sehingga mempersulit proses penelitian karena membutuhkan waktu tambahan untuk memperoleh izin melakukan penelitian di dua Negara.
The evolvability masa depan populasi ditentukan sebagian oleh variabilitas genetik bawaan mereka dan upaya untuk mempertahankan populasi yang dipilih atau mempercepat tingkat alami mereka dari penyebaran oleh translokasi (dibantu pergeseran range) mengandaikan bahwa konservasionis lebih memperhatikan variasi genetik dari yang mereka miliki di masa lalu.\
Membuat prediksi tentang distribusi masa depan spesies individu sulit karena kita belum mengerti bagaimana masyarakat spesies berubah antara fase panjang glasial (norma) dan fase interglacial pendek (refugial) dari setiap siklus glasial.



D.S. Wooruff
Division of Biological Science, University Of California San Diego, 9500
Gilman Drive. La Jolla, CA 92093-01 16, USA
Publish Online : 03 Februari 2010

Why are there so many species in the tropics?

Why are there so many species in the tropics? James H. Brown 1.       Masalah atau pertanyaan yang ingin di jawab peneliti. B...